Apa Saja Syarat-Syarat Wajibnya Umroh ? Yuu Simak …..

Ibadah umroh bisa menjadi wajib hukumnya dan dianggap sah dalam pelaksanaannya apabila terdapat 5 aspek di dalam seorang diri muslim, yaitu :

1. Beragama islam
Bila ada pemeluk agama lain yang melaksanakan ibadah umrah maka umrahnya tidak sah, dan bahkan non muslim dilarang memasuki dua Tanah Suci; Mekah dan Madinah .

2. Baligh atau sudah mencapai umur dewasa
Namun bila ada anak kecil yang melaksanakan umrah, maka apakah umrahnya sah?
Jawabannya: Umrahnya sah, baik masih bayi ataupun sudah mendekati umur dewasa sebagaimana yang akan dibahas pada artikel selanjutnya.

3. Berakal
Artinya ia berakal sehat dan tidak gila.

4. Merdeka
Yaitu bukan dari golongan hamba sahaya.

5. Memiliki kemampuan (istitha’ah) untuk melaksanakan umrah
Kemampuan ini memiliki empat jenis penting, bila salah satunya tidak terpenuhi dalam diri seorang muslim maka ibadah umrah belum menjadi wajib atasnya, yaitu:
– Memiliki bekal/biaya yang cukup selama perjalanan pulang perginya
– Adanya kendaraan/transportasi yang bisa mengantarkannya ke Tanah Suci.
– Adanya keadaan aman dalam diri seorang muslim dalam perjalanan umrohnya
– Kesehatan tubuh yang baik, sehingga apabila melaksanakan ibadah umroh tidak ada masalah


Jika salah satu dari lima syarat ini tidak terpenuhi dalam diri seorang muslim, maka ibadah umrah belum menjadi wajib atasnya.
Lalu bagaimana jika syarat-syarat umrah telah terpenuhi, apakah wajib menyegerakan pelaksanaannya, atau boleh menundanya ?

Imam Al-Syafi’i rahimahullah berkata: “Rentang waktu kewajiban haji adalah dari sejak ia memiliki kemampuan hingga ia wafat”. Rentang waktu ibadah haji ini sama halnya dengan umrah. Bahkan beliau juga berkata: “Waktu umrah (bagi yang mampu) adalah sesuai kehendaknya”.

Ucapan beliau ini menunjukkan bolehnya seseorang menunda umrah walaupun telah memiliki kemampuan untuk itu, karena nash atau dalil perintah berumrah adalah mutlak artinya tidak memberikan ikatan pada waktu tertentu. Tidak adanya ikatan waktu umrah ini menunjukkan bahwa
waktu pelaksanaan umrah ini tergantung pada kehendak orang yang mampu melaksanakannya yaitu bolehnya menunda pada waktu kapan saja.

Namun tentunya yang lebih utama bagi seorang muslim adalah menyegerakan pelaksanaan ibadah dan ketaatan kepada Allah ta’ala sebagaimana dalam firman-Nya: “Dan bersegeralah kepada ampunan dari Tuhanmu, dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS Aali Imran: 133). Dan juga demi menghindari adanya halangan yang bisa saja terjadi bila ditunda seperti sakit atau meninggal dunia. Wallaahu a’lam

jannahfirdaus.co.id




Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.